Erni Bajau, Presiden POSBI, Bawakan Materi dalam Seminar Internasional UNESCO di Arsip Nasional RI
- account_circle Redaksi POSBI News
- calendar_month Minggu, 1 Nov 2026
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA – Presiden Perkumpulan Orang Same Bajau Indonesia (POSBI), Erni Bajau, S.Pd., M.Hum., mendapat kepercayaan menjadi salah satu narasumber dalam seminar internasional bertajuk “The World of Water: Sea Nomads, Documentary Heritage and Memory of the World” yang diselenggarakan dalam rangkaian kegiatan 11th UNESCO Memory of the World Regional Committee for Asia and the Pacific (MOWCAP) General Meeting.
Kegiatan internasional tersebut berlangsung pada 2–6 November 2026 di Jakarta, dengan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) bertindak sebagai tuan rumah. Seminar ini dihadiri delegasi dari 23 negara anggota UNESCO kawasan Asia-Pasifik untuk membahas pelestarian warisan dokumenter dan kekayaan memori kolektif masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Erni Bajau dijadwalkan menjadi Pembicara 1 pada Sesi Panel III: Memory of the Sea Nomads Communities, dengan topik presentasi “A Tale from the Sea: Bajau People and Their Collective Memory”.
Sesi panel tersebut dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 3 November 2026, pukul 15.00–16.45 WIB, bertempat di Ruang Serba Guna Noerhadi Magetsari, Gedung C Lantai 2, Arsip Nasional Republik Indonesia, Jalan Ampera Raya No. 7, Cilandak, Jakarta Selatan.
Dalam presentasinya, Erni Bajau akan mengangkat masyarakat Same-Bajau sebagai komunitas maritim yang memiliki sejarah panjang, kekayaan tradisi lisan, pengetahuan kelautan, bahasa, serta ingatan kolektif yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Pembahasan tersebut menjadi penting di tengah perubahan kehidupan masyarakat pesisir dan laut, ketika sebagian pengetahuan tradisional, kosakata, cerita leluhur, praktik budaya, dan kearifan maritim menghadapi tantangan keberlanjutan.
Melalui tema A Tale from the Sea, masyarakat Bajau tidak hanya diperkenalkan sebagai kelompok pengembara laut atau sea nomads, tetapi juga sebagai masyarakat yang memiliki sistem pengetahuan, identitas, sejarah, dan warisan budaya yang perlu diakui serta didokumentasikan.
Kehadiran Presiden POSBI dalam forum internasional ini menjadi kesempatan penting untuk membawa perspektif masyarakat Same-Bajau Indonesia ke ruang dialog internasional. Hal ini sekaligus membuka ruang bagi masyarakat Bajau untuk menyampaikan pengalaman, pengetahuan, dan ingatan kolektif mereka sebagai bagian dari kekayaan warisan budaya maritim dunia.
Bagi POSBI, pelestarian warisan budaya Bajau tidak cukup hanya dilakukan melalui dokumentasi sejarah dan penelitian akademik. Upaya tersebut juga harus melibatkan masyarakat sebagai pemilik, pewaris, sekaligus sumber pengetahuan budaya. Bahasa Same, tradisi lisan, pengetahuan membaca tanda-tanda alam dan laut, sejarah perjalanan antarpulau, serta kehidupan sosial masyarakat Bajau merupakan bagian penting dari warisan yang perlu dijaga.
Partisipasi ini diharapkan dapat memperkuat pengakuan terhadap keberadaan masyarakat Same-Bajau, sekaligus mendorong kerja sama dalam pendokumentasian, pelestarian, dan pewarisan pengetahuan budaya maritim kepada generasi mendatang.
Kehadiran Erni Bajau dalam seminar internasional tersebut juga menjadi representasi suara masyarakat Bajau Indonesia dalam percakapan global mengenai sejarah, identitas, memori kolektif, dan pelestarian warisan dokumenter masyarakat maritim.




- Penulis: Redaksi POSBI News


Saat ini belum ada komentar