Sultra  

Dibacok OTK, Zukni Alami 5 Luka Menganga, 60 Jahitan, Bayar Biaya Medis Rp7.6 Juta

banner 120x600
banner 325x300

POSBI News: MOLA RAYA – Zukni Pahman (35) dibacok oleh orang tak dikenal (OTK)  membuat Zukni mengalami luka di kepala, pipi, jari, dan lengan, dengan total 60 jahitan.

Peristiwa itu dimulai ketika korban sedang tiduran di teras depan rumahnya sekitar pukul 3 dini hari, menemani ibunya yang sedang menjahit kostum yang akan dikenakan pagi harinya oleh warga Bajau dan Pengurus POSBI  dalam acara karnaval di Festival Adat Kerajaan Nusantara di Wakatobi, pada Sabtu, 9 Desember 2023. Tiba-tiba ia didatangi 3 orang tak dikenal, mengendarai 2 motor. OTK yang dibonceng tiba-tiba turun dari motor, menyerangnya membabi buta dengan sebilah parang panjang.

Zukni saat ditangani tenaga medis RSU Wakatobi

“Saya teriak-teriak waktu diparangi, saya bingung dan panik, jadi saya hanya teriak-teriak kesakitan, saya tidak mengenal orang itu, saya hanya lihat dia pake topi dan switer, kalau tidak salah switernya warna putih” papar Zukni

BACA JUGA:  SK Definitif POSBI Wakatobi Terbit, Surni Siap Agendakan Seminar Bajau Internasional Bekerja Sama dengan Pemda Wakatobi

Ketika warga menyadari kejadian itu, 3 pelaku sudah melarikan diri. Akibat kejadian ini, Zukni mengalami luka sayatan yang menganga dibagian tubuh dengan total 60 jahitan, dengan total biaya perawatan sebesar Rp7,6 juta.

Surni Cecep Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) POSBI Wakatobi mengutuk tindakan kekerasan pembacokan terhadap warga Bajau di Desa Mola Selatan, dan meminta pihak penegak hukum segera menemukan pelaku untuk bertanggung jawab serta mendapat hukuman setimpal atas perbuatannya.

“Kami mendukung penuh korban dan keluarga korban dalam upaya mereka mencari keadilan atas tindakan sadis ini, kita akan desak penegak hukum di Wakatobi untuk segera menemukan pelaku” kata Surni Cecep saat ditemui di Rumah Sakit Umum Wakatobi saat menjenguk korban pada Sabtu (09/12/2023).

Saat bersamaan, Ketua Umum DPP POSBI Erni Bajau ketika ditemui awak media menegaskan dan memastikan bahwa oragnisasi Perkumpulan Orang Same Bajau Indonesia (POSBI) yang dipimpinnya akan berusaha membantu pihak penegak hukum menemukan dan menuntut pelaku kekerasan untuk bertanggung jawab atas tindakannya, hingga dikenakan hukuman sesuai dengan hukum berlaku.

BACA JUGA:  POSBI Sultra akan Restrukturisasi Pengurus, Iwan Susanto: POSBI dapat Memberi Warna Tersendiri dalam Pembangunan di Sulawesi Tenggara

“Saya tadi bersama Ibu Surni ke Kantor Polsek Wangi-Wangi Selatan, kami mengawal kasus Ibu Zukni ini, dan juga menanyakan perkembangan beberapa kasus tindak kekerasan yang dialami saudara kita di Mola Raya. Kami akan identifikasi setiap kasus bahkan kasus yang yang terjadi beberapa tahun lalu. Menurut warga setempat, konon ada beberapa kasus yang menguap bahkan pelakunya tidak dihukum dan masih bebas berkeliaran, ” paparnya Erni Bajau.

Erni Bajau juga menegaskan bahwa dalam masyarakat kita, setiap tindakan kekerasan fisik, apapun alasannya, tidak dapat diterima “Kami berharap bahwa tindakan ini tidak terjadi lagi di masa yang akan datang dan mendesak semua pihak mengambil tindakan tepat untuk mencegah kekerasan seperti ini terjadi lagi,” pungkasnya

BACA JUGA:  Cagar Biosfer Asia Tenggara Bekerja Sama dengan POSBI dalam Konferensi Internasional di Wakatobi, Menampilkan Atraksi Menarik

Respon (1)

Tinggalkan Balasan