Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NTT » Bupati Kupang Diduga Ancam Warga Pulau Kera Terkait Relokasi, Hingga Mengaku Dipanggil dan Ditelpon Langsung Presiden
NTT

Bupati Kupang Diduga Ancam Warga Pulau Kera Terkait Relokasi, Hingga Mengaku Dipanggil dan Ditelpon Langsung Presiden

  • account_circle Redaksi POSBI News
  • calendar_month Kamis, 17 Apr 2025
  • visibility 44
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Gelombang kecemasan kini menyelimuti warga Pulau Kera. Pulau yang dihuni suku Bajau ini telah berdiri kokoh selama lebih dari seabad di wilayah Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Pasalnya, Bupati Kabupaten Kupang, Yosef Lede, diduga kuat melontarkan serangkaian ancaman mengerikan, memaksa warga untuk segera angkat kaki dari Pulau Keera yang merupakan tempat hidup dan sumber penghidupan mereka sebagai nelayan.

Peristiwa yang menggemparkan warga ini diduga terjadi pada Rabu, 16 April 2025, di Desa Pantulan, Kecamatan Sulamu, saat Bupati Yosef Lede berinteraksi dengan sejumlah aparat desa.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati dengan penuh semangat menyampaikan ultimatumnya. “Beta akan bawa pasukan lima trek, Beta akan bawa eksa dan beta akan garuk sampai rata,” demikian ancaman eksplisit yang diduga dilontarkan oleh Yosef Lede, menggambarkan dengan jelas niat untuk menghancurkan rumah dan kehidupan warga suku Bajau Pulau Kera secara paksa.

Lebih lanjut, Yosef Lede mencoba melegitimasi tindakannya dengan mengklaim bahwa perintah relokasi ini merupakan instruksi langsung dari Presiden Republik Indonesia terkait dengan pengambilalihan seluruh kawasan Hak Guna Usaha (HGU).

“Ini perintah langsung presiden, bukan perintah orang lain. Saya dipanggil langsung dan ditelepon langsung presiden, seluruh HGU diambil kembali,” ujarnya dengan nada terkesan otoriter.

Ia bahkan menambahkan dengan emosional, “Dan itu tanah negara, jangan halang, kalau halang orang tidak percaya, beta menangis,” seolah mencoba memanipulasi sentimen untuk memuluskan rencananya.

Ironisnya, di tengah retorika tentang perintah presiden dan tanah negara, Yosef Lede justru menunjukkan sikap intoleran dan anti-empati terhadap pihak-pihak yang mencoba memberikan dukungan kepada warga Pulau Kera. Ia secara terbuka mengecam setiap individu yang tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Kabupaten Kupang dan menunjukkan solidaritas terhadap komunitas yang terancam ini.

“Yang tidak ada KTP Kupang, suruh pulang, pulang. Beta kasih tahu memang, jangan macam-macam, kalau beta sudah kasih ingat baik-baik jangan cari gara-gara,” ancamnya dengan nada diskriminatif dan mengabaikan hak asasi manusia untuk memberikan bantuan dan dukungan.

Di balik ancaman yang membekukan hati, terselip pula narasi yang mencoba menampilkan sisi “baik” dari rencana relokasi tersebut. Yosef Lede mencoba meyakinkan bahwa pemerintah daerah memiliki niat untuk menempatkan warga di lokasi dengan fasilitas yang lebih baik, sesuai dengan mata pencaharian mereka.

“Kalau masih mau urus baik-baik, dengar! Katong cari tempat yang baik, katong tau dong punya mata pencaharian model bagaimana, katong taruh di tempat fasilitas yang baik, dong punya hidup akan jadi lebih baik,” ucapnya, sebuah janji yang terasa hambar di tengah ancaman keKeerasan yang baru saja dilontarkan.

Ultimatum yang diberikan Yosef Lede sangat jelas dan tidak memberikan ruang untuk negosiasi yang setara.

“Jadi beta kasih ingat baik-baik, tiga minggu dari sekarang kalau tidak ada kesepakatan, kita sapuh sampai rata! Kalau beta su omong seperti ini, keinginannya su jelas, jelas sekali,” tegasnya, menutup rapat-rapat harapan akan dialog yang konstruktif.

Lebih lanjut, Yosef Lede bahkan mencoba merendahkan otoritas pemerintah provinsi dengan mengatakan, “Coba perintah gubernur, katong masih telan ludah, ini perintah presiden,” ucapnya menunjukkan arogansi kekuasaan dan ketidakpedulian terhadap hierarki pemerintahan daerah.

Ia kembali menegaskan tekadnya dengan ancaman implisit, “Kalau mau baik-baik, mari katong urus, kalau sonde mau nanti beta buktikan.”

Alasan formal yang dikemukakan oleh Bupati Kupang terkait relokasi ini adalah bahwa sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), Pulau Keera termasuk dalam kawasan wisata dan bukan daerah permukiman.

“Beta kasih ingat saja, sonde mau dengar yah sudah,” ujarnya, seolah mengabaikan fakta bahwa warga telah hidup dan bergenerasi di pulau tersebut jauh sebelum adanya penetapan RTRW.

Sebagai langkah lebih lanjut untuk merealisasikan rencananya, Yosef Lede menyatakan akan mengirimkan surat kepada camat dan lurah untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Namun, di tengah ancaman kekerasan dan pengusiran paksa, upaya sosialisasi ini justru terasa seperti formalitas belaka, tanpa memberikan ruang yang sesungguhnya bagi partisipasi dan persetujuan warga.

Pernyataan yang paling mengkhawatirkan dan menunjukkan watak represif adalah ketika Yosef Lede secara eksplisit mengancam warga pendatang yang mencoba bersuara atau memberikan dukungan kepada warga Pulau Kera.

“Dan itu yang sonde ada KTP Kupang jangan coba-coba baomong, beta kasih turun mandi di laut sana,” ancamnya, sebuah pernyataan yang tidak hanya intimidatif tetapi juga berpotensi melanggar hak asasi manusia dan prinsip kesetaraan di depan hukum.

Tidak berhenti di situ, Yosef Lede bahkan berencana untuk turun langsung ke Pulau Keera setelah perayaan Paskah minggu depan.

Lebih jauh lagi, ia menyatakan akan berkoordinasi dengan Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) untuk mengerahkan pasukan sebanyak dua truk. Rencana pengerahan aparat militer ini semakin memperkuat kesan bahwa pemerintah daerah lebih memilih pendekatan keKeerasan dan intimidasi daripada dialog yang humanis dan solutif.

Menanggapi sikap Bupati Kupang yang terekam kamera video warga tersebut, Ketua Umum Perkumpulan Orang SameBajauIndonesia (POSBI) Erni Bajau, di Jakarta, menyesalkan sikap BKetua Umum Perkumpulan Orang SameBajauIndonesia (POSBI) Bupati.

“Kami orang Bajo seluruh Indonesia mengecam dan menyayangkan kalimat arogansi Bupati Kupang dan terkesan premanismee.Kan ada pendekatan yang lebih bijakdan lebih manusiawi dari pada kata-kata mau sapu rata warga pulau Kera”

Erni Bajau, lebih lanjut mengungkapkan bahwa ia meragukan kata-kata Yosef Lede yang mengatakan bahwa itu perintah langsung dari Presiden.

“Untuk memastikan ucapan BupatiKupang tersebut, saya dan teman-teman dari POSBI akan mengkonfirmasi kebenarannya kami akan ke Kantor Staf Kepresidenan di Istana Negara di Jakarta, kami akan mengirim surat ke Bapak Presiden dan meminta solusi untuk masyarakat Bajau Pulau Kera.”

 

  • Penulis: Redaksi POSBI News

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPP POSBI Imbau Seluruh DPW Segera Gelar Rakerwil, Tegaskan Sanksi Organisasi

    DPP POSBI Imbau Seluruh DPW Segera Gelar Rakerwil, Tegaskan Sanksi Organisasi

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Redaksi POSBI News
    • visibility 60
    • 0Komentar

    POSBI News: Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Orang Same Bajau Indonesia (DPP POSBI) secara resmi mengimbau seluruh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) POSBI di Indonesia untuk segera melaksanakan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) sebagai bagian dari kewajiban struktural organisasi sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) POSBI. Rakerwil merupakan forum strategis tingkat wilayah provinsi yang berfungsi untuk […]

  • DPP POSBI Ajukan Proposal Bantuan Tiket Pesawat, Ini Kata CSR Bank BRI Pusat

    DPP POSBI Ajukan Proposal Bantuan Tiket Pesawat, Ini Kata CSR Bank BRI Pusat

    • calendar_month Kamis, 28 Agt 2025
    • account_circle Redaksi POSBI News
    • visibility 43
    • 0Komentar

    POSBI News: Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Orang Same Bajau Indonesia(DPD POSBI) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperjuangkan pendidikan anak-anak suku Same Bajau, yang mayoritas dari keluarga nelayan. Baru-baru ini, DPP POSBI mengajukan proposal bantuan tiket pesawat dan bantuan biaya tempat tinggal mahasiswa yang kurang mampu tersebut menuju Jakarta untuk menempuh pendidikan tinggi kepada pihak […]

  • Usur Ketua POSBI se-Indonesia Hadir dalam Rapimnas 2025 Bahas Arah Organisasi

    Usur Ketua POSBI se-Indonesia Hadir dalam Rapimnas 2025 Bahas Arah Organisasi

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
    • account_circle Redaksi POSBI News
    • visibility 38
    • 0Komentar

    POSBI News: Jakarta — Perkumpulan Orang Same Bajau Indonesia (POSBI) akan menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) 2025 pada Jumat, 12 Desember 2025, secara daring. Agenda nasional ini akan menghimpun seluruh unsur ketua POSBI dari berbagai wilayah di Indonesia untuk memperkuat konsolidasi organisasi, melakukan evaluasi kinerja, serta menyatukan langkah strategis dalam pembangunan komunitas Same Bajau di […]

  • Jadi Narasumber Webinar BRIN, Ketum POSBI: Jika Dibiarkan Terus-Menerus, Sungguh Ini Bentuk Diskriminasi, Marginalisasi, dan Pengabaian yang Nyata

    Jadi Narasumber Webinar BRIN, Ketum POSBI: Jika Dibiarkan Terus-Menerus, Sungguh Ini Bentuk Diskriminasi, Marginalisasi, dan Pengabaian yang Nyata

    • calendar_month Sabtu, 27 Jan 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 35
    • 0Komentar

    POSBI News: Ketua Umum Perkumpulan Orang Same-Bajau Indonesia (POSBI) Erni Bajau hadir sebagai Narasumber dalam Webinar dan Diskusi Publik yang diselenggarakan oleh Pusat Riset Masyarakat dan Budaya, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada 27 Januari 2024. Webinar dan Diskusi mengusung topik Nasib Suku-Suku Laut (Orang Laut dan Suku Sama-Bajau) di Negara Maritim Indonesia. Dalam […]

  • SK Kumham Terbit, Ormas Nasional Masyarakat Bajau “POSBI” Gencar Membentuk Kepengurusan Semua Wilayah

    SK Kumham Terbit, Ormas Nasional Masyarakat Bajau “POSBI” Gencar Membentuk Kepengurusan Semua Wilayah

    • calendar_month Sabtu, 2 Sep 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 39
    • 0Komentar

    POSBI NEWS: Jakarta – Setelah sekian lama menunggu, Surat Keputusan (SK) Pengesahan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Repubik Indonesia (Kemenkumham RI) mengenai keberadaan legalitas Organisasi Persatuan Orang Same Bajau Indonesia (POSBI) akhirnya terbit. POSBI mengantongi SK dari Kumham dengan Nomor AHU-0007440.AH.01.07.TAHUN 2023 Tentang Pengesahan Pendirian Perkumpulan Orang Same Bajau Indonesia disingkat POSBI. “Kami […]

  • Sekretaris Jenderal POSBI, Sunirco, Imbau Ketua Wilayah Segera Laksanakan Rakerwil

    Sekretaris Jenderal POSBI, Sunirco, Imbau Ketua Wilayah Segera Laksanakan Rakerwil

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Redaksi POSBI News
    • visibility 66
    • 0Komentar

    POSBI News Nasional: Jakarta — Sekretaris Jenderal POSBI Sunirco mengimbau seluruh Ketua Wilayah untuk segera melaksanakan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) di setiap provinsi sebagai langkah strategis dalam memperkuat konsolidasi organisasi serta memastikan pelaksanaan program kerja berjalan efektif dan selaras dengan arah kebijakan nasional organisasi. Dalam keterangannya, Sunirco menyampaikan bahwa Rakerwil memiliki peran penting sebagai forum […]

error: Content is protected !!
expand_less