Perjuangkan Sertifikat Tanah untuk Rumah Orang Bajau yang Berdiri di Atas Laut, Ketua Umum POSBI, Erni Bajau Diundang Kementerian ATR BPN dalam FGD Internasional, Bahas Komparasi Kehidupan Masyarakat Bajau Asia Tenggara
- account_circle Redaksi POSBI News
- calendar_month Sabtu, 19 Feb 2022
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
POSBI News: Jakarta – Dengan mengusung topik: “SERTIPIKAT TANAH” BAGI MASYARAKAT BAJAU, Ketua Umum POSBI Erni Bajau menyuarakan hak kepemilikan tanah di atas laut bagi masyarakat Bajau/Bajo. Erni Bajau aktif menyuarakan agar masyarakat Bajau memiliki hak kepemilikan laut di atas tanah atau hak zona huni, agar masyarakat Bajau dapat memiliki sertifikat tanah sejak tahun 2014 silam.
Perjuangan Erni Bajau bukan tanpa alasan, peristiwa yang terjadi di depan matanya, yang dialami kerabat dan saudaranya sesama orang Bajau, yang rumahnya berdiri di atas laut mengusik empati Erni, diantaranya; ancaman pengusiran, pelarangan membangun rumah di area pesisir, larangan perluasan wilayah permukiman, penggusuran, ancaman pengusiran dari pulau yang telah puluhan tahun bahkan ratusan tahun dihuni orang Bajau.
Tragisnya lagi bahkan melarang orang Bajau menguburkan jenazah kerabat yang meninggal di tanah masyarakat (yang mengklaim diri sebagai masyarakat lokal) bahwa tanah kuburan tersebut milik “mereka” dengan mengatasnamakan tanah adat, menganggap orang Bajau sebagai pendatang, bukan masyarakat lokal, dan bahkan dianggap sebagai orang asing.
Sertifikat Tanah untuk masyarakat Bajau mulai gencar disuarakan Erni Bajau di acara Kuliah Umum yang diselenggarakan Universitas Negeri Jakarta tahun 2014 silam.
Sertifikat Tanah untuk Orang Bajau ia kemukakan dalam acara Kuliah Umum tersebut di hadapan Laksamana TNI (Purn) Prof. Dr. Marsetio, S.I.P., M.M yang saat itu menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Laut Republik Indonesia. Jumat, 18 Februari 2022 Erni Bajau diundang oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang dan Badan Pertanahan Nasional mewakili organisasi yang dipimpinnya yaitu organisasi Perkumpulan Orang Sama Bajau Indonesia (POSBI) dalam Forum Group Diskusi Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Summit 2022, sebuah forum kolaborasi lintas sektor yang diinisasi oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) untuk percepatan Reforma Agraria.
Selain POSBI yang mewakili masyarakat Bajau Indonesia, juga turut hadir sebagai pemateri perwakilan masyarakat Bajau Asia, yakni; Bajau Filipina, Bajau Thailand, dan Bajau Malaysia.
Saksikan Cuplikan Video Seminar FGD GTRA Summit 2022 yang diunggah ulang di Channel Bajau TV dengan judul: Orang Bajau/Bajo di Indonesia: Masyarakat Lokalkah? Pendatangkah? Orang Asingkah? Ini Jawabannya!
- Penulis: Redaksi POSBI News

Saat ini belum ada komentar